April 17, 2011

and yes, I smiled :)

dan akhirnya,
setelah sekian bulan menghindari novel cinta,
setelah sekian bulan merasa muak dengan segala cerita cinta yang tersaji rapi di tiap rak di toko buku,
hari ini dengan santai aku mengambil sebuah novel yang judulnya menarik hatiku,
Remember When - ketika kau dan aku jatuh cinta
dan setelah membaca sinopsis yang ada,
makin memantapkan hati untuk membawanya pulang
novel itu ringan, cerita cinta anak-anak SMA yang cukup rumit
dengan alur luar biasa dengan klimaks sarat dengan bentuk emosi
lalu diakhiri dengan ending yang lembut
lalu menemukan diriku terkejut karna merasa nyaman membacanya
ya, aku bisa merasakan lagi rasa nyaman yang sempat hilang ketika aku membaca cerita cinta
bahkan kali ini, di akhir ceritanya, hatiku ikut tersenyum
dan semoga, tidak akan ada lagi rasa muak itu
karna seharusnya sebentuk cinta itu indah, bukan?



Dan inilah novel itu:
Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.

Bagi kita, senja selalu sempurna, bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?

Lalu saat kau berkata, "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu. [Remember When - Winna Efendi]

0 comments:

Post a Comment