August 29, 2017

the comeback : I'm the Full-time Wife ^^

Wow, udah lebih dari setahun ternyata gak nulis di sini. My last writing was on May 2017! Dan April 2017 saya resmi menjadi IRT. Hmmm, jadi IRT malah jadi gak sempet nulis gitu? Time to make up then.

Duh, kaku ya lama gak nulis. Emang bener kata orang-orang, otak itu harus sering dipake biar gak tumpul. Dalam hal ini, I really need to get my mood back and start writing again. Setidaknya supaya otak ini terus mikir, terus kerja, terus produktif. So allow me to start with my new status : full-time wife.


Menjadi seorang full-time wife (ibu rumah tangga, atau IRT, atau apalah ya namanya) adalah keputusan yang pada akhirnya saya ambil justru di saat saya merasa pekerjaan saya menyenangkan dan penuh tantangan plus punya atasan yang luar biasa hebat. Trus kenapa dong keputusan itu diambil?

May 17, 2016

Solo, Kota Kelahiran Bapak Tercinta

Sudah cukup lama saya tidak menjejakkan kaki di kota kelahiran Bapak. Saat kecil dulu kota ini menjadi destinasi lebaran setidaknya dua tahun sekali bergantian dengan Bandung. Namun sepeninggal Eyang Kakung dan Eyang Putri, destinasi lebaran kami pun beralih tiap tahun selalu ke Bandung karena di sana masih ada Eyang Putri (ibu dari Ibu saya). Otomatis semenjak itu juga Solo seperti menjadi kota yang tidak pernah disinggahi lagi, padahal di sana masih ada kakak dan adik-adik Bapak, juga sebagian besar sepupu saya dari keluarga Bapak. Entah, seperti ada yang menghalangi antara saya dan Solo.

Tahun ini saya kembali ke sana, dengan niat bismillah ingin membawa suami ke kota kelahiran Bapak, ke makam kedua Eyang tersayang, juga silaturahim dengan keluarga di sana. Juga dengan bonus mau mengobati rasa penasaran karena saya belum pernah ke Borobudur. Jadilah destinasi diputuskan Solo dan Jogja.

April 20, 2016

Hellooooo Tanjung Lesung

Alhamdulillah setelah beberapa waktu ngeliatin foto orang-orang yang pergi ke sana sampe penasaran banget dan memutuskan untuk memasukkan Tanjung Lesung sebagai wish list destinasi, kesampean juga untuk bisa pergi ke sana. Even more special karena pergi bareng keluarga. Ada Suami, ada Ibu, ada siBungsu. Ditambah dengan dua orang teman.

 

Here's the story..

March 29, 2016

Menyayat Hati : Melihat Anak Kecil Nonton Film dengan Adegan Kekerasan

"Feeling very much sad and uncomfortable knowing the fact that the Batman vs Superman movie is rated for minimum age of 13 and it contents too many violence yet so many children below 10 founded in most of all cinema."

Tak henti-hentinya dan semoga tidak akan juga pernah merasa bosan untuk memposting kalimat serupa tiap kali melihat ada anak yang belum cukup umur menonton film yang penuh dengan adegan kekerasan dan/atau adegan dewasa. Karena apa? Karena hal itu benar-benar mengusik nurani saya. Tiap kali di tengah adegan film terdengar suara anak kecil (bahkan sempat ada balita menangis), fokus saya ke film langsung hilang. Rasanya campur aduk, sedih marah kesel kecewa, tidak bisa berbuat apa-apa.

March 23, 2016

Bahaya Televisi

Sebagai seorang yang sudah hidup di dunia ini selama kurang lebih 31 tahun, betapa lambatnya saya baru benar-benar menyadari bahaya televisi dalam urusan penyitaan waktu produktif. Ya, saya bicara bahaya terkait dengan waktu. Kalau untuk konten, terlebih untuk anak-anak, sudah jelas kalau sekarang ini amat sangat kurang. Acara yang banyak ditayangkan oleh televisi lokal berisi konten yang mengarah negatif yang membuat saya berencana untuk benar-benar membatasi televisi ke anak saya kelak. Or even maybe no tv at all selama usianya masih dini. Saya sendiri sekarang ini sudah jarang nonton stasiun lokal, kalopun nonton yang lokal andalan saya hanya Net TV dan Kompas TV. Selebihnya memanfaatkan siaran tv kabel yang tersedia di apartemen. Lumayan sering dapet tontonan film bioskop yang sempet ketinggalan. *nyengir*