May 17, 2016

Solo, Kota Kelahiran Bapak Tercinta

Sudah cukup lama saya tidak menjejakkan kaki di kota kelahiran Bapak. Saat kecil dulu kota ini menjadi destinasi lebaran setidaknya dua tahun sekali bergantian dengan Bandung. Namun sepeninggal Eyang Kakung dan Eyang Putri, destinasi lebaran kami pun beralih tiap tahun selalu ke Bandung karena di sana masih ada Eyang Putri (ibu dari Ibu saya). Otomatis semenjak itu juga Solo seperti menjadi kota yang tidak pernah disinggahi lagi, padahal di sana masih ada kakak dan adik-adik Bapak, juga sebagian besar sepupu saya dari keluarga Bapak. Entah, seperti ada yang menghalangi antara saya dan Solo.

Tahun ini saya kembali ke sana, dengan niat bismillah ingin membawa suami ke kota kelahiran Bapak, ke makam kedua Eyang tersayang, juga silaturahim dengan keluarga di sana. Juga dengan bonus mau mengobati rasa penasaran karena saya belum pernah ke Borobudur. Jadilah destinasi diputuskan Solo dan Jogja.

April 20, 2016

Hellooooo Tanjung Lesung

Alhamdulillah setelah beberapa waktu ngeliatin foto orang-orang yang pergi ke sana sampe penasaran banget dan memutuskan untuk memasukkan Tanjung Lesung sebagai wish list destinasi, kesampean juga untuk bisa pergi ke sana. Even more special karena pergi bareng keluarga. Ada Suami, ada Ibu, ada siBungsu. Ditambah dengan dua orang teman.

 

Here's the story..

March 29, 2016

Menyayat Hati : Melihat Anak Kecil Nonton Film dengan Adegan Kekerasan

"Feeling very much sad and uncomfortable knowing the fact that the Batman vs Superman movie is rated for minimum age of 13 and it contents too many violence yet so many children below 10 founded in most of all cinema."

Tak henti-hentinya dan semoga tidak akan juga pernah merasa bosan untuk memposting kalimat serupa tiap kali melihat ada anak yang belum cukup umur menonton film yang penuh dengan adegan kekerasan dan/atau adegan dewasa. Karena apa? Karena hal itu benar-benar mengusik nurani saya. Tiap kali di tengah adegan film terdengar suara anak kecil (bahkan sempat ada balita menangis), fokus saya ke film langsung hilang. Rasanya campur aduk, sedih marah kesel kecewa, tidak bisa berbuat apa-apa.

March 23, 2016

Bahaya Televisi

Sebagai seorang yang sudah hidup di dunia ini selama kurang lebih 31 tahun, betapa lambatnya saya baru benar-benar menyadari bahaya televisi dalam urusan penyitaan waktu produktif. Ya, saya bicara bahaya terkait dengan waktu. Kalau untuk konten, terlebih untuk anak-anak, sudah jelas kalau sekarang ini amat sangat kurang. Acara yang banyak ditayangkan oleh televisi lokal berisi konten yang mengarah negatif yang membuat saya berencana untuk benar-benar membatasi televisi ke anak saya kelak. Or even maybe no tv at all selama usianya masih dini. Saya sendiri sekarang ini sudah jarang nonton stasiun lokal, kalopun nonton yang lokal andalan saya hanya Net TV dan Kompas TV. Selebihnya memanfaatkan siaran tv kabel yang tersedia di apartemen. Lumayan sering dapet tontonan film bioskop yang sempet ketinggalan. *nyengir*

February 17, 2016

Toodz House for Chit Chat

Hari cuti memang patut untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin. Salah satunya dengan temu kangen sahabat yang sudah merumahkan diri. Menghabiskan waktu dengan ngobrol ini itu, bertukar pikiran, bertukar informasi online shop (eh, ups), membahas cita-cita ini itu banyak sekali yang mau dicoba dalam rangka memaksimalkan waktu di rumah, ah so many things. And it's always fun.

Dan iya, itulah yang saya lakukan di hari Senin kemarin. Mengambil satu hari cuti yang akhirnya dimanfaatkan untuk bertemu salah satu sahabat yang alhamdulillah sudah berhijab ini. Bahagia mendengar ceritanya, bahagia bisa hahahihi bersamanya. Dan yang lebih membahagiakan adalah kita berdua menemukan tempat yang nyaman dengan makanan yang memanjakan lidah dan perut untuk sesi temu kangen kita.

Toodz House!